Oleh : Firyal Tuzzahra Ma’ruf. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
Keadilan gender dan ketangguhan keluarga adalah dua isu penting yang terkait erat dalam konteks masyarakat modern. Keadilan gender mengacu pada kesetaraan hak, kesempatan, dan perlakuan yang adil antara laki-laki dan perempuan dalam semua aspek kehidupan. Sementara itu, ketangguhan keluarga mengacu pada kemampuan sebuah keluarga untuk menghadapi tantangan dan mengatasi stres dalam perjalanan kehidupan mereka. Kedua isu ini memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam beberapa dekade terakhir, perjuangan untuk mencapai keadilan gender telah menjadi sorotan utama di seluruh dunia. Meskipun ada kemajuan yang signifikan, kesenjangan gender masih ada dalam banyak aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, akses terhadap pelayanan kesehatan, dan partisipasi politik. Wanita seringkali mengalami diskriminasi, kekerasan, dan pengekangan dalam berbagai bentuk. Keadilan gender bukan hanya tentang hak-hak perempuan, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi laki-laki untuk berpartisipasi aktif dalam peran yang lebih tradisionalnya dan menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan sosial positif.
Dalam konteks ini, ketangguhan keluarga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh individu dan masyarakat. Keluarga yang kuat dan tangguh mampu menjaga kestabilan emosional, ekonomi, dan sosialnya dalam menghadapi tekanan dan konflik yang mungkin timbul. Ketangguhan keluarga juga mencakup kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Dalam konteks keadilan gender, ketangguhan keluarga juga berarti menciptakan lingkungan yang adil dan setara bagi semua anggota keluarga, di mana peran dan tanggung jawab dibagi secara merata.
Terkait dengan keadilan gender dan ketangguhan keluarga, perubahan sosial dan budaya memainkan peran yang penting. Pendidikan yang inklusif dan kesadaran akan pentingnya keadilan gender dapat membantu mengubah stereotip dan norma yang ada dalam masyarakat. Selain itu, dukungan dari pemerintah dan lembaga internasional dalam bentuk kebijakan dan program yang mempromosikan kesetaraan gender dan ketangguhan keluarga juga sangat penting.
Dalam rangka mencapai keadilan gender dan ketangguhan keluarga, partisipasi aktif dari individu, keluarga, masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan. Ini melibatkan pendidikan dan advokasi untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak adil, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan individu dan keluarga. Upaya bersama ini akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil, setara, dan tangguh di masa depan.
Ketika membahas keadilan gender dalam konteks keluarga, penting untuk memahami bagaimana sex dan gender mempengaruhi peran dan tanggung jawab di dalamnya. Konsep ini memainkan peran krusial dalam memengaruhi cara anggota keluarga, baik laki-laki maupun perempuan, berinteraksi satu sama lain dan dengan dunia luar. Tradisi, nilai-nilai budaya, dan ekspektasi sosial sering kali memberi kontribusi terhadap pembagian peran di dalam keluarga. Peran gender yang kaku dapat mengakibatkan ketidakadilan, di mana seorang individu mungkin terbatas dalam peluang atau diharapkan memenuhi ekspektasi tertentu berdasarkan jenis kelaminnya. Ini dapat mempengaruhi keseimbangan kekuatan, tanggung jawab, dan akses terhadap sumber daya di dalam keluarga.
Namun, semakin banyak upaya untuk memperjuangkan kesetaraan gender dalam keluarga dan masyarakat secara luas. Kesadaran akan pentingnya mengakui perbedaan individu, memberdayakan semua anggota keluarga tanpa memandang jenis kelamin, dan mempromosikan kesetaraan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan keputusan keluarga menjadi fokus utama. Ketangguhan keluarga dapat diperkuat ketika setiap anggota keluarga diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh keluarga.
Di sisi lain, untuk memahami bahwa setiap keluarga memiliki dinamika, nilai-nilai, dan cara untuk mengatasi kesulitan yang berbeda. Ketangguhan keluarga terletak pada kemampuannya untuk mengadopsi strategi yang efektif dalam menghadapi stres, konflik, atau perubahan yang tak terduga. Ini bisa melibatkan dukungan emosional satu sama lain, keterlibatan dalam perencanaan masa depan, atau bahkan penyesuaian terhadap peran dan tanggung jawab di dalam keluarga.
Faktor-faktor yang mendukung ketangguhan keluarga termasuk komunikasi yang terbuka dan sehat di antara anggota keluarga, adanya rasa saling percaya dan dukungan, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Ketangguhan keluarga juga melibatkan kesadaran akan kebutuhan individu di dalamnya, serta kesediaan untuk bersama-sama mengatasi masalah yang timbul. Keluarga yang tangguh mampu mengonversi stres menjadi kesempatan untuk belajar dan tumbuh bersama, bukan sebagai hambatan yang menghentikan perjalanan mereka.
Dengan demikian, ketangguhan keluarga bukanlah hanya tentang kemampuan mereka untuk bertahan pada saat krisis, tetapi juga tentang cara mereka membangun fondasi yang kokoh, menjaga komunikasi yang baik, dan memberdayakan setiap anggota keluarga untuk tumbuh bersama. Ini menjadi landasan penting dalam menciptakan keluarga yang mampu menghadapi perubahan zaman, menyelesaikan konflik, serta menjaga keseimbangan dan keadilan di dalamnya.
Studi kasus mengenai buruh migran dan keluarga selebritas di Indonesia dapat memberikan gambaran mengenai dinamika keadilan gender dan ketangguhan keluarga dalam konteks modern. Seorang buruh migran perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga selebritas terkenal di Indonesia menyoroti perbedaan ekspektasi gender, peran, dan pengaruh status sosial dalam hubungan kerja dan kehidupan keluarga. Dalam kasus ini, sering kali terdapat ketimpangan dalam pembagian peran antara anggota keluarga selebritas dan butuh migran tersebut.
Di satu sisi, keluarga selebritas menampilkan citra publik yang glamor dan sukses di layar kaca, namun di balik layar, mereka sering kali bergantung pada bantuan butuh migran untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak mereka. Pekerjaan butuh migran sering kali tidak dihargai sebanding dengan kontribusi yang diberikan. Mereka dapat menghadapi kesulitan dalam hal jam kerja yang panjang, pengakuan yang minim atas pekerjaan yang mereka lakukan, serta kadang-kadang perlakuan yang tidak adil dan eksploitasi.
Dalam konteks keluarga selebritas, perbedaan status sosial dan ketenaran sering kali menciptakan kesenjangan yang lebih besar dalam perbedaan perlakuan antara anggota keluarga yang terkenal dan buruh migran yang bekerja di rumah mereka. Ada aspek keadilan gender yang perlu dieksplorasi di sini, di mana pembagian peran dan perlakuan terhadap butuh migran dapat dipengaruhi oleh stereotip gender yang ada dalam masyarakat.
Pada sisi lain, terdapat juga contoh ketangguhan keluarga di dalam keluarga selebritas. Meskipun terdapat perbedaan status dan perlakuan yang mungkin tidak seimbang, ketangguhan keluarga dapat tercermin dari cara keluarga selebritas menangani dinamika internal mereka. Kesadaran akan hak asasi buruh migran, adanya dukungan dan penghormatan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan, serta upaya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghargai adalah elemen-elemen yang mendukung ketangguhan keluarga.
Kasus ini menjadi cerminan penting tentang bagaimana keadilan gender dan ketangguhan keluarga berhubungan satu sama lain dalam konteks modern. Sementara perlakuan tidak selalu seimbang, ada potensi bagi keluarga selebritas untuk merenungkan ulang nilai-nilai yang diterapkan dalam rumah tangga mereka, memperjuangkan kesetaraan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang lebih adil dan inklusif bagi semua anggotanya, termasuk para buruh migran yang bekerja di dalamnya.
Referensi
Afdhal, A. (2023). AN EXAMINATION OF TRADITIONAL CUSTOMS IN MINANGKABAU LEADERSHIP TRADITION: CONTINUITY AND CHANGES IN THE MODERN ERA. PUBLICUS: JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK, 1(2), 119-134.
Ilaa, D. T. (2021). Feminisme dan Kebebasan Perempuan Indonesia dalam Filosofi. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 211-216. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/view/31115/19928
Jaya, D. (2019). Gender dan Feminisme: Sebuah Kajian dari Perspektif Ajaran Islam. Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah, 4(01), 19-40.
JUNAIDI, D. H. PEREMPUAN DAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA.

No responses yet