Categories:

Oleh: Yunita Utami dari Fakultas Psikologi, Prodi Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Di dalam Al-Qur’an sendiri menyebutkan rumah tangga sebagai berkah yang sangat besar. Pernikahan itu sendiri menjadi kunci sukses dalam mendidik generasi muda muslim. Ada beberapa hal penting untuk menjaga keharmonisan keluarga sebagaimana tertuang dalam Al-Quran antara lain yaitu :

Pertama, selalu lihat pasangan Anda sendiri sebagai teman dalam menjalani perjalanan yang setara sepanjang hidup. Dari segi kewajiban dan hak sendiri, suami dan istri jelas mempunyai peran yang sangat berbeda. Namun, seseorang diantara mereka (istri maupun suami) tidak boleh merasa lebih unggul dari orang lain. Padahal, kelebihan yang dianugerahkan oleh Allah diantara kedua nya adalah kemampuan untuk memikul tanggung jawab bersama dalam keluarga.

Ibnu Asyur dalam tafsirnya Tahrir wa Tanwir mengatakan bahwa penyebutan tersebut merupakan pertanda bahwa ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan menikah, maka keduanya mempunyai hak yang sama sebagai dua insan yang bersatu didalam satu keluarga. Karena masing-masing dari mereka adalah belahan jiwa dari pasangannya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Quran, laki-laki dan perempuan setara di hadapan Allah.

Kedua, selalu meningkatkan semangat dalam beribadah kepada Allah. Hal ini sangat penting, karena cinta kasih suami-istri termasuk kedalam nikmat yang telah Allah berikan. Allah lah yang menguatkan hati suami & istri untuk saling mencintai dan menyayangi di dalam ikatan rumah tangga. Karena Allah-lah yang mempunyai sifat Muqallibal Qulub (Dia maha yang membolak-balikkan hati seseorang).

Ketiga, Saling mencurahkan perhatian dengan saling mengucapkan kata cinta dan sayang pada pasangan, serta membantu anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan.

Keempat, Menghabiskan Waktu Berkualitas Bersama Keluarga. Kunci utama keharmonisan dalam sebuah keluarga adalah memiliki waktu luang untuk dihabiskan bersama. Menghabiskan waktu yang berkualitas sangat penting untuk menjaga hubungan keluarga. Saat suami sibuk dengan pekerjaan, seringkali mereka mengabaikan waktu bersama keluarga di rumah. Waktu adalah hal yang sangat berharga dan tak ternilai harganya, bahkan jika dibandingkan dengan uang.

Kelima, Berbicara dengan bahasa yang sopan dan santun, tanpa menggunakan kata-kata yang kasar atau menyinggung perasaan orang lain.

Keenam, Saling menghargai dan menghormati satu sama lain, tidak peduli apapun latar belakang, usia, atau jenis kelaminnya.

Dalam Islam sendiri, keluarga harmonis adalah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, yang berarti keluarga yang damai, tentram, penuh cinta kasih, harapan, dan kasih sayang. Untuk mewujudkan keluarga harmonis tersebut, maka diperlukan kerja sama antar setiap anggota keluarga, khususnya suami dan istri.

Dan itulah beberapa cara kita untuk menciptakan keluarga muslim yang harmonis. Semoga Allah SWT memberkahi keluarga kita semua dan dapat dipertemukan kembali di Jannahnya. Aamiin.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *