Categories:

Oleh: Muhammad Adam Alfariz (mahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta).

Orang bakhil yang hanya menikmati menikmati banyak harta, dan pikirannya hanya terpatri pada harta bendanya, pasti akan mengira bahwa dengan bersedekah, harta benda akan berkurang.  Secara lahirian memangnya.  Misalnya beras yang tadinya 1000 kg, jika disedekahkan setengahnya, maka ha-nya tinggal 500 kg.  Uang yang tadinya Rp.1000.000 jika disedekahkan setengahnya saja, maka hanya tinggal Rp.500.000 saja.  Jika dihitung secara sistematis duniawi, maka jika harta benda kita diberikan kepada orang lain, maka akhirnya akan berkurang.  Oleh karena itu orang-orang yang berdoa dan sudah terhipnotis oleh setan-setan pembisik, akan merasa sayang untuk berpisah dengan harta bendanya, meskipun hanya senang.  firman Allah Ta’ala dalam mengecam orang-orang bakhil semacam ini : Dan sekali-kali janganlah Orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan pada mereka dari karuniaNya, menyangka bahwa ke bakhilan itu lebih baik bagi mereka.  Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka.  Harta yang dibakhilkan itu akan dikalungkan dileher mereka, kelak pada hari hari.  Dan kepunyaan Allah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.  Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.  (Surat Ali Imran : 180).

Padahal jika saja mereka tidak bergantung pada sifat bakhil dan kikir mereka, dan menggantinya dengan sifat tawadlu murah hati, kemudian bersedekah dengan hati ikhlas, meskipun sedekahnya tidak banyak, maka sedekah itu akan membawakan besar bagi dirinya terutama bagi kehidupan akhiratnya.  yang Diriwayatkan darì Uqbah bin Amir ra berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw berkata: Setiap orang berada dalam pemberian sedekah sampai ia memutuskan perkaranya diantara manusia. Yazid berkata: “Abul Khair dulu adalah orang yang murtad, meski demikian setiap hari ia pasti  mengeluarkan sedekah, meski hanya sepotong kue atau secuil kulit yang belum di samak.” Yang demikian itu adalah karena dia telah mengetahui manfaat sedekah. Jadi meskipun dia sendiri telah murtad, tetapi untuk urusan sedekah, dia jalan terus.

Orang-orang banyak yang bertanya, bagaimana caranya agar bisa bersedekah setiap hari ?.  Jawabnya mudah saja.  Sediakan saja kotak di teras rumah.  Lalu anjurkan kepada seluruh anggota keluarga untuk mengisinya dengan uang recehan setiap hari berapapun jumlahnya.  Pada setiap akhir bulan bukalah kotak tersebut lalu sumbangkan kepada siapa saja yang membutuhkan, yang penting untuk amal-amal kebajikan.  Bahkan ada sementara keluarga yang sengaja membikin kotak khusus laki-laki dan kotak khusus wanita.  Mereka menyuruh anak-anak-nya yang masih kecil agar diperhatikan setiap tamu yang datang untuk mengisi kotak tersebut walaupun hanya satu dinar

  • Beberapa dalil tentang sedekah

{وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ}

Artinya: “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10).

وقال صلى الله عليه وسلم: {الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْرَ}.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur”.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *