Oleh : Nayla Syawallia Putri (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Keluarga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan orang yang memiliki hubungan darah, hubungan kekerabatan yang mendasar pada masyarakat, terdiri dari ayah sebagai kepala keluarga, ibu dan juga anak. Dalam kehidupan sendiri, Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang Sejahtera. Dimana dengan terciptanya lingkungan keluarga yang bahagia akan tercipta pula lingkungan masyarakat yang sejahtera. Sacara keagamaan, islam memandang keluarga sebagai satu kesatuan ikatan baik lahir dan maupun batin antara pria dan wanita melalui akad nikah berdasarkan ajaran Islam. Dimana melalui akad nikah tersebut maka Pernikahan dinilai sah baik secara agama maupun negara, serta anak-anak ataupun generasi mendatang yang nantinya akan terlahir dalam keluarga tersebut memiliki legalitas baik dari secara hukum negara maupun agama.
Dalam sebuah keluarga yang terdiri atas ayah, ibu dan anak seluruhnya memiliki hak serta kewajiban masing-masing baik terhadap sesama anggota keluarga maupun dalam lingkungan masyarakat. Dalam keseharian sendiri baik itu ayah, ibu maupun anak pastinya mengalami berbagai kesulitan dan permasalahan dalam kehidupan sehari-harinya. Baik itu si ayah dengan berbagai permasalahannya di tempat kerja, anak dengan berbagai permasalahannya di sekolah, bahkan juga ibu yang menangani berbagai permasalahan dirumah.
Tentunya dalam berbagai keadaan yang penuh tekanan dari berbagai permasalahan tersebut setiap orang memerlukan motivasi untuk meningkatkan resiliensi untuk menghadapi serta menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi, termasuk setiap anggota keluarga baik itu ayah, ibu, maupun seorang anak sekalipun. Motivasi merupakan sesuatu hal yang menyebabkan, mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Menurut Sinambela (Nurindah, dkk (2021)) berpendapat bahwa motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu.
Teori motivasi menurut hierarki kebutuhan Maslow menyebutkan bahwa hierarki kebutuhan manusia. Teori lima kebutuhan Hierarki Maslow yaitu sebagai berikut :
- Kebutuhan Fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar.
- Kebutuhan Rasa Aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup.
- Kebutuhan Untuk Rasa Memiliki (Sosial), yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai.
- Kebutuhan Akan Harga Diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.
- Kebutuhan Untuk Mengaktualisasikan Diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, gagasan dan kritik terhadap sesuatu.

No responses yet