Categories:

Oleh: Talitha Eka Purwanto

Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Setiap pasangan suami istri pasti mendambakan rumah tangga yang sakinah. Dalam mewujudkannya peran setiap anggota keluarga sangatlah penting, ada banyak hal yang harus diperhatikan salah satunya mengenai menjaga keseimbangan emosi. Keseimbangan emosi adalah kemampuan untuk mengelola perasaan dan reaksi terhadap situasi dengan cara yang sehat dan proporsional.

Dengan menjaga keseimbangan emosi, keluarga dapat membangun fondasi yang kuat untuk memecahkan masalah, menjaga hubungan yang sehat, dan menciptakan suasana yang mendukung pertumbuhan dan kebahagiaan bersama. Hal-hal tersebut sangatlah mendukung dalam hal mewujudkan keluarga yang sakinah.

Keluarga sakinah adalah suatu bina keluarga yang dibentuk berdasarkan pernikahan yang sah, mendapat ridha Allah SWT, dan mampu membangun rasa kasih sayang pada sesama anggota keluarganya sehingga mereka memiliki rasa aman, tentram, damai dan bahagia dalam mengusahakan tercapainya kesejahteraan dunia dan di akhir (Rasyid et al., 2017). Dalam rangka mewujudkan keluarga sakinah dengan menjaga keseimbangan emosi, berikut beberapa hal yang harus di perhatikan:

  1. Sikap Sabar dan Redha

Menumbuhkan sikap sabar dalam menghadapi ujian atau konflik dalam keluarga, serta menerima keadaan dengan redha terhadap ketetapan Allah. Jika suatu saat keluarga di timpa masalah, selesaikan masalah tersebut dengan sabar dan coba menerima kalau Allah SWT sedang memberi ujian kepada kita.

  • Memahami Sunnah Nabi

Belajar dari kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam menjaga keseimbangan emosi, beliau menunjukkan kesabaran, kasih sayang, dan pengertian yang mendalam terhadap keluarganya.

  • Komunikasi yang Baik

Berbicara secara terbuka dan jujur mengenai perasaan serta masalah yang ada dalam keluarga, dengan menggunakan komunikasi yang penuh kasih sayang, hormat, dan menghindari kata-kata yang menyakiti atau merendahkan.

  • Pentingnya kebersamaan

Menyediakan waktu berkualitas bersama untuk memperkuat ikatan emosional. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan ibadah bersama-sama, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Quran, dan berdoa bersama agar mendapatkan keberkahan dan ketenangan dalam keluarga.

  • Mengembangkan sikap kasih sayang dan pengertian

Saling memberikan dukungan dan menghargai perasaan sesama anggota keluarga, agar hubungan berkembang dengan baik.

Dengan mengintegrasikan ajaran Islam dan memperhatikan hal-hal diatas dalam kehidupan sehari-hari, dapat menjaga keseimbangan emosi yang menjadi landasan untuk mencapai keluarga yang sakinah, harmonis, dan penuh berkah. Menjaga keseimbangan emosi dalam keluarga memiliki manfaat dalam mewujudkan keluarga yang sakinah yaitu:

  1. Keharmonisan Hubungan

Keseimbangan emosi membantu mencegah terjadinya konflik yang berlarut-larut dan membantu menjaga harmoni di antara anggota keluarga.

  • Pola Asuh yang Positif

Dengan emosi yang seimbang, orangtua cenderung menerapkan pola asuh yang lebih positif dan bijaksana, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak.

  • Komunikasi yang Lebih Baik

Anggota keluarga yang mampu mengelola emosi dengan baik cenderung berkomunikasi secara lebih terbuka dan efektif. Keterbukaan diri antar pasangan berkaitan dengan dua hal, yang apabila saling terbuka maka tingkat kepercayaan akan meningkat dan yang kedua seberapa dewasanya hubungan (M Rifqi, 2019).

  • Pemecahan Konflik yang Sehat

Keseimbangan emosi membantu dalam menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih konstruktif, menghindari pertengkaran yang merugikan hubungan.

  • Kesejahteraan Mental

Menjaga keseimbangan emosi membantu dalam menjaga kesehatan mental anggota keluarga, menciptakan suasana yang penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian batin.

  • Peningkatan Kebersamaan

Dengan emosi yang seimbang, keluarga lebih mampu menikmati momen-momen bersama dengan lebih bahagia, meningkatkan ikatan antara anggota keluarga.

  • Contoh Positif untuk Anak-anak

Ketika orangtua dan anggota keluarga lainnya mampu mengelola emosi dengan baik, ini akan menjadi contoh positif bagi anak-anak dalam menghadapi emosi mereka sendiri.

Dengan demikian, menjaga keseimbangan emosi membawa dampak positif yang besar bagi terwujudnya keluarga sakinah, menciptakan iklim yang lebih baik untuk pertumbuhan dan kebahagiaan bersama.

Referensi

M Rifqi, E. (2019). Pengaruh Keterbukaan Diri Suami Istri Terhadap Keharmonisan Keluarga Di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 2.

Rasyid, A., Dahlan, R., Hamzah, A., Fajri, M. D., & Ramadhan, H. (2017). MUAMALAH UNTUK PERGURUAN TINGGI (Vol. 3).

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *