Oleh: Robeth Buldan Kanzy B
Sebagaimana pernah saya sampaikan–di beberapa postingan sebelumnya tentang Masjid Umawy, bahwa saran mengunjungi Masjid Agung Umawy bukan terbatas untuk muslim, namun untuk semua turis penikmat sejarah. Nampak di foto, beberapa turis asing, entah dari Jerman atau Rusia–atau dari negara Eropa Timur, dari warna kulit, rambut, dan gaya bahasanya–sedang mengamati puing-puing peninggalan peradaban terdahulu, sembari mengobrol satu sama lain, kemungkinan sedang bercerita tentang sejarahnya. Kemudian saya mengamati bahwa tiba-tiba semua diam termenung, seakan sedang berdoa.
Namun tentu saja, ketika berkunjung ke tempat ibadah agama lain, harus taat aturan mainnya. Bagi wanita non-muslim yang tak menggunakan pakaian tertutup rapi, di gerbang masuk sudah disiapkan semacam jubah penutup, seperti yang dipakai wanita di foto. Meskipun tidak 100% menutup, namun minimal bisa berusaha menghormati muslim yang berada di masjid.
Tokoh-tokoh dunia yang pernah berkunjung ke Masjid Umawy juga bukan main. Sekelas Paus (Pimpinan Katolik di Vatikan) dan Presiden Rusia pernah berkunjung ke masjid ini (tentu dalam rangka mengunjungi situs bersejarahnya).
Damaskus sebagai salah satu kota tertua di dunia–bahkan menurut paparan Bozena Trabulsje, memang ada indikasi di sebuah gua di Damaskus, bahwa Kota ini adalah kota tertua di dunia, yang selalu dihuni–telah silih berganti dihuni berbagai peradaban
hebat
dunia, sebut saja Nabath, Babylonia, Arya, Makedonia, Persia, Romawi, Umayyah, Abbasiyyah, Mongol, Turki Utsmani, hingga Kolonial Perancis, dan masing-masing meninggalkan kesan pada Damaskus.
Bahwa sejarah panjang manusia ada bukan semata-mata sebagai objek nostalgia atau sebatas reinkarnasi susunan realita, tapi ada garis-garis besar di antara rentetan peristiwa yang seharusnya dapat tercerna dengan pola pikir yang sehat. Setidaknya kita jadi lebih sepakat bahwa perbedaan dan keberagaman akan selalu ada di era apapun, dimanapun, tinggal bagaimana menyikapi perbedaan itu: Lebih saling menghormati, atau harus mengulang sejarah panjang lagi?
Sumber:
– Pearls of the Middle East, Bozena Trabulsje.
– Informasi mengenai kunjungan Presiden Rusia & Paus masyhur di berbagai kalangan di Suriah, dan terdapat juga foto dokumentasinya di kampus kami.

No responses yet