Oleh: Rahmat Syahputra Nasution dan Raffyndra hendri putra (Prodi Psikologi Fakultas Psikologi)
Abstrack
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan psikologi sebagai pendekatan dalam studi Islam. Metode penelitian dengan teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi yang bersumber dari jurnal dan buku. Hasil dalam penelitian ini Hasil dalam penelitian ini bahwa pendidikan psikologi dalam Islam harus di terapkan di Indonesia untuk mengembangkan potensi manusia dalam meningkatkan kualitas intelektual dan moral yang berpedoman pada syariat Islam yang di dapat dari ilmu terapan psikologi yang mempelajari perilaku manusia dan fungsi mental ilmiah yang baik serta harus ada dalam diri setiap individu
PENDAHULUAN
Prof Zakariya Daradjat psikologi islam, yaitu: berbicara tentang manusia terkait dengan kepribadian manusia dengan pendekatan sumber formal Al-Qur’an dan As-Sunnah, akal dan indra. Psikologi islam ilmu tentang manusia yang memiliki konsep benar-benar di bangun dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan memenuhi syarat ilmiah, dan Psikologi Islam berlandaskan citra manusia dalam ajaran Islam sebagai ungkapan interaksi dengan diri sendiri, lingkungan sekitar, dan alam keruhanian, dengan tujuan meningkatkan kesehatan mental dan kualitas beragama. (Yudiani, 2016)
Pendidikan dan Psikologi tidak dapat dipisahkan, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Pendidikan merupakan suatu proses panjang untuk mengaktualkan seluruh potensi diri manusia sehingga potensi kemanusiaannya menjadi actual. Dalam proses mengaktualisasi diri tersebut diperlukan pengetahuan tentang keberadaan potensi, situasi, dan kondisi lingkungan yang tepat untuk mengaktualisasikannya. Pengetahuan tentang diri manusia dengan segenap permasalahannya akan dibicarakan dalam psikologi.
Kajian Psikologi berdasarkan Islam menjadi penting karena dalam prakteknya banyak disiplin keilmuan Islam yang mendasarkan pada teori psikologi. Dalam kajian pendidikan Islam misalnya, selama ini merujuk pada teori dan konsep psikologi perkembangan dan psikologi belajar dari psikologi konvensional (Barat). Sudah seharusnya teori-teori psikologi pendidikan Islam didasarkan pada Psikologi Islam, karena terdapat perbedaan fundamental di antara keduanya. Di sinilah di antaranya, peran penting Psikologi Islam.
METODE
Metode pada artikel ini menggunakan metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai sumber seperti buku, internet, dan jurnal lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan informasi berupa catatan dan data deskriptif yang menunjang penulisan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengertian Psikologi
Psikologi merupakan ilmu terapan yang mempelajari perilaku manusia dan fungsi mental ilmiah. Psikologi mencoba untuk mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu dan kelompok, serta belajar tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku. Psikologi menjadi ilmu pengetahuan mandiri karena telah memenuhi syarat sebagai ilmu yaitu memiliki obyek yang dapat diobservasi, memiliki metode ilmiah, dan tersusun secara sistematis. Obyek yang dipelajari psikologi adalah perilaku (kognitif, afektif, maupun psikomotorik) dan proses-proses mental manusia lainnya.
Pendidikan Islam
Pendidikan Islam adalah usaha maksimal untuk menentukan kepribadian anak didik berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan dalam Al-Quran dan Sunnah. Usaha tersebut senantiasa harus dilakukan melalui bimbingan, asuhan, dan didikan, dan sekaligus pengembangan potensi manusia untuk meningkatkan kualitas intelektual dan moral yang berpedoman pada syariat Islam.
Aktualisasi Psikologi Islam dalam Pendidikan Islam
Manusia merupakan makhluk pilihan Allah yang mengembangkan tugas ganda, yaitu sebagai khalifah Allah dan Abdullah (Abdi Allah). Untuk mengaktualisasikan kedua tugas tersebut, manusia dibekali dengan sejumlah potensi didalam dirinya. Hasan Langgulung mengatakan, potensi-potensi tersebut berupa ruh, nafs, akal, qalb, dan fitrah. Sejalan dengan itu, Zakiyah Darajat mengatakan, bahwa potensi dasar tersebut berupa jasmani, rohani, dan fitrah namun ada juga yang menyebutnya dengan jismiah, nafsiah, dan ruhaniah.
Aspek jismiah bersifat empiris, konkrit, indrawi, mekanistik dan determenistik. Aspek ruhaniah bersifat spiritual, transeden, suci, bebas, tidak terikat pada hokum dan prinsip alam dan cenderung kepada kebaikan. Aspek nafsiah berada diantara keduanya dan berusaha mewadahi kepentingan berbeda.
Pada hakikatnya, proses pendidikan merupakan proses aktualisasi potensi diri manusia. Sistem proses menumbuhkembangkan potensi diri itu telah ditawarkan secara sempurna dalam sistem ajaran Islam, ini yang pada hakikatnya menyebabkan manusia dapat menjalankan tugas yang telah dibebankan Allah.
Landasan pendidikan diperlukan dalam dunia pendidikan khususnya di Negara kita Indonesia, agar pendidikan yang sedang berlangsung di Negara kita ini mempunyai pondasi atau pijakan yang sangat kuat karena pendidikan di setiap Negara tidak sama.
Psikologi merupakan salah satu landasan penting yang harus dipertimbangkan dalam dunia pendidikan kita khususnya dalam kegiatan pengembangan kurikulum sekolah dan kuliah.
KESIMPULAN
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa salah satu landasan pendidikan adalah psikologi. Pendidikan harus melihat kondisi psikologi individu dalam hal ini adalah peserta didik, utamanya dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum sehingga tujuan pendidikan nantinya dapat tercapai secara optimal.
Landasan psikologi diantaranya adalah meliputi psikologi perkembangan, psikologi belajar, dan psikologi sosial dan untuk kepentingan pembelajaran
Adapun dalam pendidikan Islam, psikologi yang dijadikan sebagai acuan adalah psikologi yang berwawasan pada Al-Quran dan Hadits. Dimana akhirnya menghasilkan output yang berorientasi ketuhanan, insan kamil bahagia di dunia dan akhirat.

No responses yet