Oleh: Flara Annisa Putra, dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka,
Ada beberapa poin yang jadi perbedaan antara sosiopat dan psikopat. Berikut di antaranya:
- Kemampuan Bersosialisasi
Seorang sosiopat umumnya sulit berbaur dengan masyarakat. Mereka acuh dan tidak peduli pada orang lain, sehingga sering terlihat menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Namun, mereka punya ego yang sangat tinggi dan menganggap dirinya adalah segalanya dan orang lain sama sekali tidak penting. Hal inilah yang akhirnya membuat sosiopat bisa berbuat jahat demi kepentingan pribadinya, tanpa mempedulikan hak orang lain.
Sementara itu, seorang psikopat biasanya bisa berbaur dan menempatkan diri dalam lingkungan sosial dengan baik. Hal ini membuat orang di sekitarnya memandangnya sebagai orang yang normal. Bahkan, kecerdasannya dalam memikat dan memanipulasi kerap membuat banyak orang lengah. - Arogansi dan Kontrol Diri
Karena sangat benci dengan segala hal yang berbau “sosial”, seorang sosiopat biasanya akan lebih memilih untuk mengasingkan diri dari lingkungan sekitarnya. Namun, mereka punya emosi yang sangat labil dan impulsif, sehingga sosiopat sering kali berbuat sembrono karena hilang kesabaran, ketimbang psikopat. Dalam melakukan aksi kejahatan, sosiopat cenderung spontan dan minim persiapan mendetail.
Kebalikannya dari sosiopat, seorang psikopat punya kontrol diri yang baik. Mereka melakukan kejahatan dengan darah dingin, dengan naluri predator, dan menyerang secara proaktif. Seorang psikopat bisa mengontrol emosinya dan cenderung bersikap tenang, tetapi diam-diam merencanakan kejahatannya dengan baik dan mendetail. - Penyebab
Sosiopat umumnya terjadi akibat banyak faktor. Bisa karena faktor cacat otak bawaan, ditambah pola asuh orangtua yang tidak tepat, atau faktor lingkungan lain seperti pengalaman peristiwa traumatis di masa lalu. Namun, sulit untuk menentukan satu hal sebagai penyebab pastinya.
Sementara itu, psikopati umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan genetik dan reaksi senyawa kimiawi dalam otak, sehingga membuat seorang psikopat tidak punya kerangka berpikir yang tepat dalam hal etika dan moral. Struktur otak seorang psikopat juga berbeda dengan orang normal, sehingga sulit untuk bisa mendeteksinya.
Minimnya rasa takut dan penyesalan seorang psikopat dipengaruhi oleh lesi pada bagian otak (amigdala) yang bertanggung jawab untuk rasa takut dan penghakiman. Itulah sebabnya ketika melakukan kejahatan atau kesadisan, seorang psikopat akan tetap tenang tanpa sedikitpun takut. Berbeda dengan orang normal yang cenderung berkeringat dingin, atau jantung berdegup kencang.
Ada tiga aspek gangguan kepribadian:
1) Pertama, gangguan pola kepribadian.
2) Kedua, gangguan sifat kepribadian.
3) Ketiga, gangguan kepribadian sosiopatik.
Adapun terapi atau penanganannya:
1) Pertama, terapi psikofarmaka ditujukan pada kecemasan dengan obat-obat anti cemas (ansiolitik).
2) Kedua, psikoterapi (termasuk terapi keagamaan) ditujukan pada gangguan kecemasan dan kepribadian.
3) Ketiga,terapi sosial ditujukan kepada permasalahan pekerjaan dan pemulihan kemampuan penyesuaian diri re-adaptasi dalam fungsi kehidupannya.

No responses yet