Ada tujuh teori yang menyebut masuknya Islam di Papua; Pertama Teori Papua, teori ini menyatakan Islam datang ke Papu bersamaan dengan penciptaan pulau Papua itu sendiri. Bahkan ada legenda yang menyebut Nabi Adam dan Hawa Turun di Papua; Kedua teori Aceh menurut teori ini Islam masuk ke Papua pada 8 Agustus 1360M dibawa oleh seorang ulama dari Aceh bernama Abdul Ghafar di Fatagar Lama, kampong Rumbati Fakfak.

Ketiga teori Arab. Menurut teori ini agama Islam mulai diperkenalkan di tanah Papua di Wilayah jazirah onin (Patimunin-Fakfak) oleh seorang sufi bernama Syarif Muaz al-Qathan dengan gelar Syekh Jubah Biru dari negeri Arab, yang di perkirakan terjadi pada abad pertengahan abad XVI, sesuai bukti adanya Masjid Tunasgain yang berumur sekitat 400 tahun atau di bangun sekitar tahun 1587.

Keempat teori Jawa, dikisahkan bahwa orang Papua yang pertama masuk Islam adalah Kalawen yang kemudian menikah dengan siti hawa farouk yakni seorang mublighat asal Cirebon. Kalawen setelah masuk Islam berganti nama menjadi Bayajid, diperkirakan peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1600.

Baca juga : Pintu Masuk Islam ke Nusantara (1) ; Sumatera dan Jawa

Kelima teori Banda menyatakan Islamisasi di Papua, khusunya di Fakfak dikembagkan oleh pedagang-pedagang Bugis melalui banda yang diteruskan ke fakfak melalui seram timur oleh seorang pedagang dari Arab bernama haweten attamimi yang telah lama menetap di ambon.

Keenam teori Bacan, menyatakan Masuknya Islam di Papua dari Kesultanan bacan dimasa sultan mohammad al-bakir lewat piagam kesiratan yang dicanangkan oleh peletak dasar mamlakatul mulukiyah atau moloku kie raha (empat kerajaan Maluku: ternate, tidore, bacan, dan jailolo) lewat walinya ja’far as-shadiq (1250 M).

Ketujuh teori Ternate-Tidore Dalam sebuah catatan sejarah kesultanan Tidore yang menyebutkan bahwa pada tahun 1443 M Sultan Ibnu Mansur ( Sultan Tidore X atau sultan Papua I ) memimpin ekspedisi ke daratan tanah besar ( Papua ). Setelah tiba di wilayah pulau Misool, raja ampat, maka sultan ibnu Mansur mengangkat Kaicil Patrawar putra sultan Bacan dengan gelar Komalo Gurabesi ( Kapita Gurabesi ). Kapita Gurabesi kemudian di kawinkan dengan putri sultan Ibnu Mansur bernama Boki Tayyibah.

Baca juga : PINTU MASUK ISLAM KE NUSANTARA (2) ; Sulawesi & Maluku Utara

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *