_”Barang siapa mampu di antara kalian untuk memberi mafaat pada saudaranya maka hendaklah memberi manfaat. “_
HR. Muslim
Sebesar apapun kebaikan yang diberikan pada orang lain, pasti suatu saat akan menerima balasan. Sekecil apapun manfaat yang diberikan pada orang lain pasti suatu saat akan kita rasakan balasannya. Entah kemudian, balasan itu datang di dunia maupun kelak di alam baka sesuai kadar kebaiakan dan manfaat yang kita berikan.
Jika balasan kebaikan atau manfaat merupakan keniscayaan maka, sangat tepat jika tiada hari untuk terus berbuat kebaikan dan menebar manfaat pada sesama. Sebagaimana sebuah pepatah mengatakan, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia. Apakah kemudian manfaat itu berupa, pertolongan, pelayanan, pemberian, maupun pengajaran. Semua dapat menjadi jalan untuk memberi manfaat untuk orang lain.
Di sisi lain memang Nabi Saw., memberi wawasan pada kita untuk memberi manfaat bagi sesama. Beliau mengatakan,”Barang siapa mampu di antara kalian untuk memberi manfaat kepada saudaranya maka lakukanlah.” Jika dipikir mendalam sabda Nabi Saw., memberi peluang sekaligus arahan untuk terus memberi kontribusi dalam kehidupan bersosial berupa memberi manfaat.
Dalam memberi mafaat pada orang ini, setidaknya dapat dilakukan dengan berbagai alternatif dengan berpijak pada nilai kebaikan. Sepertihalnya siapa yang mampu memberi manfaat berupa ilmu maka ajarkan ilmu. Siapa yang mampu memberi mafaat untuk sesama berupa doa maka lakukanlah. Siapa yang mampu memberi harta benda pada orang lain maka lakukanlah. Barang siapa dapat memasukkan perasaan gembira pada hati orang lain maka lakukanlah. Siapa yang dapat memberi makan orang yang sedang kelaparan maka lakukanlah. Siapa yang dapat memberi pakaian pada orang yang telanjang maka lalukanlah.
Selain apa yang telah penulis sebutkan di atas tentu masih banyak jenis kemanfaatan yang dapat kita berikan pada sesama kita. Asal semua kemanfaatan itu berpijak pada kebaikan dan mempertimbangkan nilai halal dan haram maka itu baik dan dapat dilakukan.
Wallahu A’lam Bisshawab.
Kediri, 18-02-2021.

No responses yet