Oleh: Nursafa Annisa Zakia (Mahasiswi Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Membangun keluarga adalah salah satu fitrah manusia. Dalam membentuk keluarga, sepasang laki-laki dan perempuan haruslah menjadi satu terlebih dahulu dalam ikatan pernikahan. Menurut Rohmah (2022), pernikahan adalah kejadian penting sebagai salah satu bentuk menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasul, serta untuk menciptakan keturunan sebagai penerus umat manusia. Keturunan yang baik akan memerlukan keluarga sakinah, yaitu keluarga yang bahagia lahir-batin, hidup dengan tenang, tenteram, damai, harmonis, dan penuh kasih sayang (Chadijah, 2018).
Dalam membangun keluarga sakinah, baik pihak suami maupun pihak istri sama-sama memiliki andil di dalamnya. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas betapa besarnya peran dari seorang ibu dalam terbentuknya keluarga sakinah. Menjadi seorang ibu rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Seorang ibu memiliki peran penting dalam jalannya kehidupan keluarga. Mulai dari menjadi sosok yang mendidik dan merawat anak, mengerjakan keperluan rumah tangga, hingga mengatur ekonomi keluarga (Ainur Rofiq, 2022). Belum lagi jika sosok ibu ini juga memiliki pekerjaan lain.
Peran seorang ibu dalam mendidik anaknya sangat besar, sebab di masa awal seorang anak hidup, ibu adalah sosok yang paling dekat dan lekat dengannya. Seorang ibu mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh dan membesarkan anaknya. Kedekatan yang intim dengan anak tentunya membuat seorang ibu memiliki pengaruh yang kuat terhadap anaknya. Mulai dari tumbuh kembang secara fisik, hingga pembentukan karakter anak tersebut. Cara didik yang diterapkan akan membentuk anak. Bagaimana anak tumbuh dan berkembang, sedalam apa pemahaman agama yang dimiliki anak, karakter seperti apa yang dimiliki anak, semuanya dipengaruhi dari bagaimana cara didik yang diterapkan orang tuanya.
Dalam mengerjakan keperluan rumah tangga, seorang ibu memiliki kontribusi yang sangat besar. Dalam konsep keluarga yang konvensional, suami akan menjadi pemberi nafkah dan pelindung keluarga, sedangkan istri akan menjadi ibu rumah tangga (Aziz, 2017). Menjadi seorang ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan yang mudah. Memang benar, pekerjaan ibu rumah tangga tidak jauh-jauh dari memasak, mencuci, merawat dan mendidik anak. Namun pekerjaan tersebut akan menjadi sesuatu yang monoton, dilakukan secara berulang dan terus menerus tiap harinya. Rutinitas yang monoton akan menyebabkan kebosanan dan kejenuhan. Seorang ibu yang sanggup menjalani hal tersebut tentunya adalah seseorang yang tangguh dan memiliki mental yang kuat.
Selain mengurusi pekerjaan rumah tangga, seorang ibu juga memiliki peran dalam mengatur ekonomi keluarganya. Seorang ibu akan menjadi sosok yang mengelola dan mengatur pengeluaran rumah tangga tiap bulannya (Hariani dkk., 2019). Nafkah dari suami akan dikelola dan dibagi secara adil agar kebutuhan tiap bulannya dapat terpenuhi dengan baik. Mulai dari untuk keperluan primer seperti memasak lauk untuk sehari-hari, membeli barang keperluan hygiene keluarga, uang jajan anak, hingga alokasi dana untuk rekreasi. Banyak hal yang harus dipikirkan ketika melakukan pengelolaan keuangan. Seorang ibu yang mampu mengelola ekonomi rumah tangga adalah sosok yang luar biasa, sebab tak terbayangkan sebesar apa beban pikiran seorang ibu.
Berkaitan dengan ekonomi keluarga, seorang ibu juga mungkin saja memiliki pekerjaan lain yang dirangkap dengan pekerjaan rumah tangga. Terlebih jika keluarganya memiliki kondisi ekonomi yang kurang baik. Bukan tidak mungkin seorang ibu akan mencari pekerjaan untuk menambah pemasukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Syukurnya pada zaman sekarang, dengan maraknya gerakan feminisme, sudah banyak lembaga yang mampu menaungi ibu rumah tangga tersebut. Institusi dan lembaga pemberdayaan mampu membantu meningkatkan pendapatan ibu rumah tangga.
Dengan beragamnya peran seorang ibu rumah tangga, menunjukkan betapa kompleks dan vital sosok ibu. Keperluan rumah tangga yang telah terselesaikan, dapat membantu keluarga tersebut untuk meraih aspek penting dalam keluarga sakinah, seperti tercapainya kebahagiaan, ketenangan, ketenteraman, kedamaian, keharmonisan, dan juga kasih sayang. Oleh karena itu, keberadaan ibu rumah tangga dalam mewujudkan keluarga sakinah sangatlah penting.

No responses yet