Beliau sudah lama saya kenal, sering memijat dan membekam saya. Sedang istrinya sering membekam dan mengakupuntur istri saya. Selama masa korona ini beberapa kali bertemu dengan saya, terbaru adalah kemarin pagi.
“Keahlian” Pak Lewang dalam pengobatan beragam. Mulai terapi akupuntur (ditempuh dengan pendidikan formal), bekam (kering, basah dan lintah), pijat refleksi, akupressur dan guasa. Apalagi kalau “sekedar” ruqyah sudah biasa dilakukan, dan ruqyahnya tidak perlu model dibanterkan lalu yang diruqyah harus kelojotan, selanjutnya menyalahkan sana-sini terutama tradisi santri.
Pak Lewang yang anaknya alumni Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini pernah menjadi ketua ABI (Asosiasi Bekam Indonesia) Jombang. Sekarang didapuk menjadi ketua organisasi profesi untuk pijat refleksi Jombang (Perpari).
Beliau mempelajari ketabiban sejak bujang. Saat saya tanya dari sekian keilmuan pengobatan, ilmu apa yang sreg?Jawabannya adalah cantuk atau bekam. Tentu sregnya bukan semata dogmatis dengan mengatakan Sunnah Nabi, tapi berangkat dari pengalaman empiris.
Baginya, bekam dianggap sangat efektif. Karena pada waktu pembekaman akan memelihara tiga jalur tubuh secara bersamaan, yakni jalur peredaran darah, jalur energi dan jalur otot. Hampir semua penyakit berat seperti jantung yang sudah parah maupun tumor otak pernah ditangani dengan bekam. Bahkan diabet yang secara medis dilarang dilukai, dengan model bekam lebih cepat kering.
Pria yang banyak dikenal para tabib di Jombang ini mengatakan bahwa emosi bisa menciptakan materi dalam tubuh. Misalnya, apabila orang terlalu bersedih sampai menangis, akan tercipta dahak yang menyumbat sistem pernafasan dan organ paru-paru. Orang yang terlalu gembira akan tercipta materi dahak yang akan menyumbat sistem kerja jantung. Orang yang terlalu takut akan menciptakan materi yang mengganggu sistem ginjal. Orang yang sering marah-marah akan menyumbat sistem kerja liver. Orang yang berfikir keras dan berujung emosi (negatif) akan tercipta materi yang menyumbat sistem limpa dan lambung.
Beliau menemukan cara membuka dan membongkar sumbatan emosi di atas. Caranya adalah dengan tafakkur (meditasi). Dalam tafakkur tersebut berniat memaafkan dan mencintai seluruh yang berinteraksi dengan kita, baik sesama manusia dan seluruh mahluk ciptaan Allah. Semisal dengan mengucapkan kalimat, “Ya Allah, mulai hari ini dan seterusnya saya akan memafkan dan mencintai saya, orang tua, mertua, pasangan saya, rekan saya, dan seluruh makhluk. Diri saya dipenuhi dengan cinta.”
Terakhir, menurut Pak Lewang ada
tujuh aliran dalam tubuh yang harus dijaga agar selalu lancar sehingga tetap dalam kondisi sehat dan bugar secara jasmani mental dan spiritualnya.
1. Aliran pencernaanya
2. Aliran darahnya
3. Aliran limpatiknya atau getah beningnya
4. Aliran energinya
5. Aliran pengetahuanya atau ilmunya
6. Aliran keyakinanya
7. Aliran dananya (rizkinya)
Cara menjaga aliran cerna dengan menjaga pola makan yang benar dan sehat. Sedang untuk aliran darah dengan cara menjaga pola minum yang benar. Adapun aliran energi dengan cara olah raga dan aktivitas yang benar. Sedang aliran limpatik dengan cara mandi yang benar.
Cara menjaga aliran pengetahuan dengan selalu belajar menambah pengetahuan. Sedang cara menjaga aliran keyakinan dengan selalu menjaga kedekatan dengan sang pencipta. Adapun cara menjaga aliran dana dengan selalu bekerja yang benar dan selalu menyempurnakan ikhtiyarnya.

No responses yet